Empat Hari Pelaksanaan IMF-WB, Indonesia Kantongi Investasi Rp 202,5 T

JawaPos.com – Empat hari pelaksanaan Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) – World Bank di Nusa Dua, Bali Indonesia dibanjiri investasi. Melalui 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengembangan proyek infrastruktur sebesar USD 13,5 miliar. Setara Rp 202,5 triliun berhasil ditandatangani. 

Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, jenis investasi yang disepakati dalam kerja sama ini terdiri dari strategic partnership, project financing, dan pembiayaan alternatif melalui pasar modal.

“Kerja sama penandatanganan investasi dan pembiayaan antara 14 BUMN dengan investor dan lembaga keuangan untuk 19 transaksi dengan nilai kesepakatan mencapai 13,5 miliar dollar AS atau setara Rp 202,5 triliun,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Rini mengungkapkan, skema investasi ini diharapkan dapat menghadirkan keahlian dari sektor swasta untuk pembangunan infrastruktur yang berstandar internasional. 

“Tentunya kita harapkan,” kata dia.

Berikut rincian 19 transaksi dari investasi raksasa tersebut :

1. Kemitraan Strategis antara PT GMF AeroAsia Tbk dan Airfrance Industries serta KLM Enginering & Maintenance dengan nilai  USD 400 juta.

2. Kemitraan antara GMF AeroAsia dan China Communications Contruction Indonesia senilai USD 500 juta.

3. Peluncuran penawaran kerjasama strategis bandara Kualanamu oleh PT Angkasa Pura II Persero kepada investor, senilai hingga USD 500 Juta.

4. Kemitraan Strategis antara PT Pindad Persero dan Waterbury Farrel USD 100 juta.

5. Kemitraan Strategis antara PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty. Ltd senilai USD 320 juta.

6. Kemitraan Strategis antara PT Inalum Persero, Antam dan Aluminium Corporation of China Limited senilai USD 850 juta.

7. Kerja sama antara PT KAI Persero, PT INKA Persero dan Progress Rail (Caterpillar Group) senilai USD 500 juta.

8. Kerja sama antara PT Boma Bisma Indra Persero dan Doosan Infracore serta Equitek senilai USD 185 juta.

9. KIK-Dinfra oleh PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta pernyataan efektif OJK senilai USD 112 juta.

10. RDPT PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai USD 224 juta.

11. Kerja sama investasi antara PT Pertamina Persero dan CPC Corporation senilai USD 6,5 miliar.

12. Kerja sama investasi senlai 150 juta Euro antara PT. PLN Persero dan KfW

13. Kredit investasi dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya Persero untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru – Dumai senilai USD 523 juta.

14. Monetisasi Aset oleh PT. Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank, Sarana Multi Infrastruktur senilai USD 336 juta.

15. Kredit Sindikasi kepada Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan Sarana Multi Infrastruktur senilai USD 684 juta.

16. Investasi antara Menjangan Group, ITDC dan Amorsk Group senilai USD 310 juta.

17. Investasi antara PT Wijaya Karya Persero, ITDC dan Menjangan Group senilai USD 198 juta.

18. Kerja sama pembiayaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika antara ITDC dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai USD 248 juta.

19. Kerja sama lindung nilai nilai tukar berbasis Syariah senilai USD 128 juta antara Sarana Multi Infrastruktur dan Maybank. 

(hap/JPC)