Konflik Trump Dan The Fed Jadi Sorotan Investor Saham Pekan Depan

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia masih dibayangi oleh sentimen negatif dari gejolak perekonomian global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak pada level 5.730-5.820 pekan depan.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyampaikan, sentimen negatif datang dari koreksi besar-besaran yang terjadi di bursa saham Amerika Serikat (AS). Nasdaq mengalami koreksi hingga 3 persen dalam sepekan terakhir. Begitupun dengan S&P 500 yang anjlok 4 persen diperiode yang sama.

“Investor mencermati konflik antara Trump dengan The Fed terkait kebijakan suku bunga acuan yang dinilai menghambat ekonomi AS,” ujarnya kepada Jawapos.com, Minggu (14/10).

Menurutnya, investor global saat ini beralih dari aset yang beresiko lebih tinggi seperti saham ke surat utang AS atau Treasury bond. Imbas dari pergeseran portfolio ini membuat yield spread atau selisih imbal hasil antara Treasury bond tenor 10 tahun dan SBN kian melebar.

Seperti diketahui, yield spread saat ini mencapai 5,65 persen. Koreksi dipasar obligasi Pemerintah patut jadi perhatian penting.

Net sales asing pekan lalu sebesar Rp4,16 triliun atau Rp57,2 triliun (year-to-date), sedangkan Net buy investor domestik pekan lalu sebesar Rp4,2 triliun atau Rp57,3 triliun (year to date).

“Asing masih membukukan penjualan bersih karena beberapa tekanan global, namun investor domestik masih mampu menopang keluarnya investor asing dengan terus mencetak pembelian bersih,” tandasnya.

(hap/JPC)