Indonesia Mencalonkan Diri untuk Dewan HAM PBB

Menlu Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019. (Foto: Fajar Nugraha)

Jakarta: Diplomasi politik luar negeri Indonesia di tahun 2019 diawali dengan pencalonan Indonesia di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB). Kampanye pun telah dilakukan secara intensif.

“Indonesia secara resmi telah menyampaikan pencalonan sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022 yang pemilihannya akan dilakukan tahun ini,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam Pernyataan Pers Tahunan di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.

Menlu Retno menegaskan, Indonesia sangat mengharapkan dukungan atas pencalonan tersebut.

“Sebagai ‘A True Partner for Democracy, Development and Social Justice,’ Indonesia siap bekerja sama dengan negara lainnya untuk memajukan dan melindungi nilai-nilai HAM,” lanjut Menlu Retno.

Senada dengan Menlu Retno, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib mengatakan bahwa pendekatan dan permintaan dukungan terus diupayakan.

Baca: Indonesia Resmi Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

“Pemilihan akan digelar Oktober 2019. Mudah-mudahan tidak terlalu sulit mendapat dukungan karena kebijakan dan peran aktif kita di bidang HAM,” ujar Hasan kepada Medcom.id.¬†

Menurut penjelasan Hasan, sistem voting yang sama saat Indonesia mencalonkan di Anggota Tidak Tetap DK PBB juga akan berlaku saat pemilihan Dewan HAM ini.

“Voting melalui secret ballot. Untuk wilayah Asia Pasifik, ada empat kursi tersedia dan lima calon,” ujar Hasan.

Hasan memaparkan, kampanye Indonesia untuk duduk di Dewan HAM terkait dengan langkah dan kemajuan promosi serta proteksi HAM di dalam negeri.

Selain itu, ada pula kontribusi indonesia dalam kerja sama bilateral, regional dan multilateral di bidang ham, dan peran dan kontribusi delegasi RI di Dewan HAM.

(WIL)