Mundurnya Raja Malaysia Dilakukan dengan Norma yang Sesuai

Kuala Lumpur: Sultan Muhammad V yang mundur dari posisi Yang di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia, menjadi sebuah kejutan bagi rakyatnya. Namun Istana Negara menegaskan bahwa proses mundurnya itu dilakukan dengan sopan.

Anggota Dewan Negara Perak, Mohd Annuar Zaini mengatakan bahwa Sultan Kelantan itu mengharapkan Malaysia tetap stabil dan aman.

Baca juga: 24 Januari Ditentukan sebagai Pemilihan Raja Malaysia.

“Sultan Muhammad mengucapkan terima kasih kepada Raja-raja yang memberikan kepercayaan kepadanya. Yang Mulia pun mengucapkan terima kasih kepada perdana menteri serta pemerintah,” ujar Annuar Zainia, kepada Bernama, pada Senin 7 Januari 2019 malam waktu setempat.

Annuar Zaini menambahkan bahwa enam Raja Malaysia sudah melakukan pertemuan untuk mengatur pemilihan Yang di-Pertuan Agong baru. Pertemuan itu membuahkan tanggal pemilihan akan berlangsung pada 24 Januari dan penobatan pada 31 Januari 2019.

“Enam daripada delapan Raja-raja terus mengadakan perjumpaan untuk menetapkan tarikh dan tidak tangguh lagi, dan kalau dilihat 1 Februari adalah Hari Wilayah Persekutuan dan Yang di-Pertuan Agong akan menyampaikan anugerah-anugerah Persekutuan dan perlu ada Agong pada hari tersebut,” imbuhnya, seperti dikutip dari Malaysia Kini, Selasa, 8Januari 2019.

“Jadi, kesepakatan untuk mencapai keputusan itu menunjukkan mereka tidak mau ada vakum dan perlu diisi secepat mungkin,” katanya.

Baca juga: PM Mahathir Harap Malaysia Segera Lantik Raja Baru.

Sementara itu, seorang pengamat, Prof Madya Dr Shamrahayu Abd Aziz mengatakan sistem pendidikan kenegaraan merupakan isu utama dan perlu diberikan penekanan untuk membina kekuatan jati diri setiap rakyat, khususnya dalam era globalisasi dan cabaran yang dihadapi masa kini.

“Sistem pendidikan kenegaraan bukan semata-mata materialistik tetapi untuk meningkatkan perasaan romantis pelajar, dan bagaimana kecintaan kita kepada Raja dan negara serta apa juga elemen yang boleh menjadi penyeimbang kepada kemakmuran negara,” katanya.

Shamrahayu berkata institusi kerajaan memainkan peranan penting dalam negara karena ia merupakan kompas yang menentukan kedudukan agama, budaya serta elemen-elemen tradisi yang menjadi identitas Malaysia.

(FJR)