Myanmar Tunda Kunjungan PBB ke Rakhine State

Militer Myanmar berjaga di perbatasan Rakhine State. (Foto: AFP)

Nay Pyi Taw: Pemerintah Myanmar memutuskan menunda kunjungan yang akan dilakukan Kepala Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Filippo Grandi ke Rakhine State.

Grandi direncanakan menyambangi Rakhine pada pekan lalu, namun Myanmar menolak. Bentrokan di Rakhine kembali berkobar usai 13 polisi Myanmar tewas dalam bentrokan dengan Arakan Army.

“Berdasarkan penilaian pihak berwenang Myanmar, kunjungan dari PBB ditunda untuk sementara,” kata juru bicara UNHCR, Andrej Mahecic, dikutip dari AFP, Selasa 15 Januari 2019.

Keputusan menunda kunjungan Grandi ini memicu kekhawatiran bahwa Myanmar tak ingin menyelesaikan kasus pengungsi Rohingya akibat bentrokan di Rakhine. Hal yang sama juga terjadi pada rencana kunjungan Utusan PBB Christine Schraner Burgener ke Myanmar yang sampai saat ini tidak ada kepastian.

Kondisi ini pun akan dibawa Inggris di meja Dewan Keamanan PBB. Inggris menuding Myanmar sengaja menunda kunjungan dari PBB dan tidak ingin mengungkapkan situasi yang sebenarnya di Rakhine.

Bulan lalu, Inggris mengedarkan rancangan resolusi DK PBB mengenai Myanmar yang berisi penetapan batas waktu bagi pemerintah Myanmar untuk mengatasi krisis Rohingya.

Namun, Tiongkok, yang juga didukung Rusia, mengajukan keberatan keras dan menolak ikut dalam perundingan. Bahkan Tiongkok mengancam akan menggunakan hak vetonya di DK PBB untuk menghalangi tindakan tersebut.

Hampir satu juta etnis Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh akibat bentrokan di Rakhine pada Agustus 2017. Meski telah ada perjanjian antara Bangladesh dan Myanmar untuk melakukan repatriasi, para pengungsi enggan kembali ke Myanmar. 

(WIL)