Pengadilan Myanmar Tolak Banding Dua Jurnalis Reuters

Kyaw Soe Oo (kiri) and Wa Lone ditangkap sejak September 2018. (Foto: AFP)

Nay Pyi Taw: Pengadilan Tinggi Myanmar menolak banding dua jurnalis Reuters yang dipenjara dengan tudingan membocorkan rahasia negara. Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditahan ketika sedang menyelidiki krisis Rakhine State pada September 2018 lalu. 

Usai banding ditolak, tim pengacara mengatakan segera berdiskusi dengan berunding dengan dua klien dan keluarganya terkait penolakan banding ini.

Dilansir dari CNN, Jumat 11 Januari 2019, menurut para pengacara, vonis tersebut adalah sebuah “kesalahan” yang sudah membuat dua klien mereka divonis selama 7 tahun penjara.

Namun, menurut jaksa, keduanya telah melanggar aturan kerahasiaan negara karena memiliki sejumlah dokumen rahasia Myanmar.

Baca: Dua Jurnalis Reuters di Myanmar Ajukan Banding

Vonis terhadap Wa Lone dan Kyaw Soe Oo memicu kecaman global pada September, termasuk yang datang dari Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Pence meminta pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk ikut serta dalam proses pengadilan.

Namun seruan untuk pembebasan kedua wartawan relatif dingin di dalam Myanmar, di mana Suu Kyi juga mengatakan bahwa dua jurnalis tersebut melanggar hukum.

Suu Kyi juga gigih membela tindakan militer di Rakhine sebagai tanggapan atas serangan yang pertama kali dilakukan oleh Rohingya.

Dia juga menuduh media-media internasional memberitakan hal yang sangat bias terkait krisis Rohingya. Selain itu, sejumlah menteri kabinet Suu Kyi meminta media Myanmar untuk melindungi reputasi negara. 

(FJR)