Video WNI Disandera Abu Sayyaf, Diviralkan Malaysia

Seorang pria WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf memohon untuk dibebaskan. (Foto: The Star).

Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi kebenaran video sandera WNI yang beredar beberapa waktu yang lalu. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal menyebut video ini disebarkan oleh Malaysia.

Baca juga: Pria Diduga WNI Memohon Dibebaskan dari Abu Sayyaf.

Dalam video yang beredar tersebut, seorang pria meminta tolong agar segera dibebaskan dari kelompok militan Abu Sayyaf Group (ASG). Pria tersebut adalah sandera WNI yang diculik di Pulau Gaya, Semporna, Malaysia, 11 September 2018.

“Kemarin itu, dikirim ke keluarga, kemudian keluarga share video itu ke pemilik kapal di Malaysia. Pemilik kapal kirim ke Polisi Malaysia. Jadi yang memviralkan itu adalah Polisi Malaysia,” kata Iqbal kepada Medcom.id, Kamis, 10 Januari 2019.

Menurut Iqbal, upaya pembebasan terus dilakukan. Berbagai strategi juga diupayakan, termasuk memperkuat komunikasi dengan keluarga sandera. 

“Yang dijadikan sasaran teror itu keluarga. Tebusan pasti didesak ke keluarga. Jadi kita terus berikan pendampingan ke keluarga sehingga dilakukan negosiasi,” ujar Iqbal lagi.

Iqbal menambahkan, viralnya video permintaan tebusan dari sandera ini merupakan salah satu taktik dari para penyandera untuk menekan keluarga agar segera memberikan tebusan.

“Kalau kami, biasanya tidak kami keluarkan ke media karena kita sudah tahu bahwa ada tekanan psikologis ke pemerintah,” tutur dia.

Iqbal menyebut modus penyebaran video semacam itu sudah beberapa kali digunakan Abu Sayyaf Group (ASG) sejak penyanderaan WNI terjadi pada 2016. Saat ini, ada tiga WNI tersisa yang masih disandera ASG di Filipina  Selatan.

(FJR)